
Image source: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvfoWDEx-hdIfKtbOuM0xBxzNlvTvMVjo5T9d-MItoHnHqc4xRohspcVJotV6yYwe4Cy0KeAPQ5tz85NHdSbrGQC-RJ4HcpIqQ5Pbm5z__YqUtzSNQ7w_atbkNQ4YgzGhYlvNRMRcZekV7/s1600/kraton-12.jpg
Demikian disampaikan dokter Interventional Cardiologist Consultant Bethsaida Hospital Dr dr Raja Adil C Siregar, MM, SpJP dalam kawasan Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (17/12/2015)
Namun, lanjut ia, tidak menutup kemungkinan perempuan yang masih menstruasi dapat terserang penyakit jantung koroner. "Menopause termasuk keliru satu faktor risiko yang tidak dapat dihindari. Tapi sekarang ini, dimana semuanya semakin mudah, perempuan yang masih menstruasi maupun bisa mengalami hal tadi," istilah ia dalam diskusi merayakan HUT Bethsaida Hospital ke-tiga.
Menurutnya, esterogen tetap menjadi faktor pelindung. Hanya bila dalam kehidupan sehari-hari seseorang perempuan lebih banyak menerapkan pola hidup yang negatif mirip merokok, diet yang tidak sehat, mengonsumsi alkohol, hal-hal positif jadi kalah.
"Untuk itu dijaga pola hidupnya agar tetap bisa terlindungi," istilah ia memberitahuakn.
Wanita wajib lebih waspada agar terhindar sumber penyakit jantung koroner. Fakta yang dikemukakan oleh Badan Penelitian & Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan tahun 2014 menyatakan, 41.590 kematian dalam Indonesia ditimbulkan oleh 2 penyakit paling mematikan, keliru satunya penyakit jantung.
Raja Adil mengungkapkan, sumber beberapa golongan dalam penyakit jantung mirip jantung koroner, gagal jantung, & gangguan irama jantung, PJK memiliki presentase tertinggi yang diderita rakyat Indonesia.